SD blog

all I thinks as college student

Archive for the ‘Wawasan’ Category

IPK Standar itu Berapa? Ketahui Lengkapnya Seperti Berikut

without comments

IPK Standar itu Berapa? Ketahui Lengkapnya Seperti Berikut.

Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa tentunya bukan serta merta kamu tidak memiliki tujuan ke depannya bukan? Nah, salah satu yang ingin kamu raih pastinya meraih IPK yang memuaskan.

Hanya saja, terkadang mata kuliah yang dijalani terlalu sulit dan memperoleh IPK standar menjadi targetanmu. Jadi, sebenarnya IPK standar itu berapa? Adakah hubungannya ketika kamu melamar pekerjaan?

IPK menjadi patokan hasil pencapaian mahasiswa yang merupakan angka kumulatif dari setiap IP per semesternya. IPK memang bukanlah faktor penentu keberhasilan seorang mahasiswa ketika bekerja kelak, tetapi IPK menjadi pintu gerbang untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kriteria idaman kamu.

Beberapa perusahaan dan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) biasanya mematok nilai IPK minimal 3,0 dalam setiap rekruitmennya.

Nilai IPK inilah yang menjadi standar minimal yang perlu kamu raih ketika lulus nantinya. Selain untuk mendaftar pekerjaan, memperoleh IPK lebih dari standar minimal akan sangat berguna dalam beberapa hal sebagai berikut.

1. Syarat mengajukan beasiswa

Setelah kamu mengetahui IPK standar itu berapa, kamu akan termotivasi untuk bisa meraih IPK setinggi-tingginya. Pasalnya, IPK biasanya menjadi syarat untuk mengajukan beasiswa, baik dari pemerintah maupun dari perusahaan swasta.

2. Syarat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi

Jika kamu ingin melanjutkan kuliah S2, ada baiknya kamu menetapkan IPK yang tinggi. Meski bukan syarat utamanya, dengan IPK yang melebihi standar akan membuat pihak kampus lebih yakin jika kamu mampu untuk melanjutkan studi di kampusnya.

3. Memiliki arti dalam penguasaan teori perkuliahan

IPK yang tinggi sering diartikan sebagai penguasan materi kuliah yang baik. Jika IPK yang kamu peroleh hanya standar, kamu bisa dibilang sebagai mahasiswa rata-rata. Tentunya hal ini bisa mempengaruhi mental kamu ketika melamar pekerjaan bukan?

4. Membanggakan orang tua

Jika IPK yang kamu peroleh lebih dari standar, itu artinya kamu berhasil membanggakan orangtua. Apalagi biaya kuliah bukanlah biaya yang ringan dan orangtua sudah bersusah payah untuk mencari biaya kuliahmu.

Dengan mengetahui IPK standar itu berapa kamu jadi punya targetan IPK saat lulus bukan? Meski IPK bukan segalanya, tapi tetap harus tetap belajar agar IPK yang kamu peroleh tidak mengecewakan.

Written by sriyadidaryanto

October 11th, 2020 at 10:36 am

Posted in Wawasan

5 Faktor Pembentuk Kepribadian Secara Umum

without comments

5 Faktor Pembentuk Kepribadian Secara Umum

Kepribadian memiliki keterkaitan dengan tingkah laku dan karakter. Setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda-beda, tetapi ada juga yang memiliki kemiripan satu sama lain. Oleh sebab itu, ada kajian tentang faktor pembentuk kepribadian manusia.

Koentjaraningrat menyimpulkan, kepribadian ialah ciri-ciri dan watak seseorang yang diperlihatkan secara konsisten sehingga menjadi identitasnya. Kepribadian tidak muncul begitu saja melainkan dibentuk oleh beberapa faktor yaitu:

1. Faktor Biologis

Faktor biologis mempunyai kontribusi terhadap pembentukan kepribadian terkait dengan keturunan. Sedikit banyak, kepribadian seseorang merupakan warisan dari orang tuanya. Warisan biologis mempengaruhi pembentukan sifat pengendalian diri, minat, sikap, dan kepemimpinan. Selain keturunan, faktor biologis seperti jenis kelamin, bentuk tubuh, dan kecerdasan juga berpengaruh pada kepribadian.

2. Faktor Geografis

Perbedaan kondisi geografis tempat tinggal juga mempengaruhi kepribadian manusia. Perbedaan iklim, temperatur, dan keadaan topografi juga memberikan pengaruh pada sifat dan karakter mereka. Misalnya, cara bicara orang pesisir lebih keras daripada orang pegunungan. Walaupun begitu, faktor geografis hanya merupakan gambaran umum dan tidak berlaku kepada semua orang.

3. Faktor Psikologis

Faktor psikologis berhubungan dengan pengalaman positif maupun negatif yang dirasakan oleh individu. Pengalaman tersebut mempengaruhi mental dan emosional sehingga membentuk sisi kepribadian tertentu. Contohnya, orang yang mengalami kekerasan ketika anak-anak cenderung lebih pendiam dan tertutup daripada yang tidak mengalaminya.

4. Faktor Budaya

Unsur-unsur kebudayaan dalam masyarakat mempengaruhi pola perilaku individu. Misalnya, kepribadian masyarakat Minangkabau yang terbuka dipengaruhi oleh budaya merantau dan berdagang dalam kehidupan mereka. Contoh lainnya, orang yang memiliki kebiasaan berpetualang sendiri memiliki kepribadian berani mengambil keputusan dan tidak ragu berbicara dengan orang asing. Kebiasaan itu sendiri lama kelamaan akan menjadi sebuah kultur atau budaya yang kemudian membentuk kepribadiannya.

5. Faktor Sosial

Faktor sosial yang dapat mempengaruhi kepribadian di sini yaitu pengalaman-pengalaman hasil pergaulan dengan teman dan sumber pengetahuan yang didapatnya. Interaksi dengan orang lain secara intens lambat laun akan memberikan pengaruh kepada kepribadian. Dalam pergaulan, kelompok pertama yang membentuk kepribadian ialah keluarga, kemudian teman pergaulan, lalu lingkungan masyarakat.

Dari kelima faktor pembentuk kepribadian di atas, dapat disimpulkan bahwa kepribadian manusia bukan sepenuhnya bawaan. Kepribadian pada diri manusia terbentuk oleh perpaduan berbagai faktor dan terjadi secara bertahap.

Written by sriyadidaryanto

October 11th, 2020 at 10:27 am

Posted in Kehidupan,Wawasan

Kenali Jenis-Jenis Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi

without comments

Kenali Jenis-Jenis Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi

Tugas yang diberikan oleh dosen saat kuliah sangatlah beragam. Biasanya dosen akan memberikan tugas untuk menyusun karya ilmiah. Jika kamu masih bingung dalam membuatnya, ada baiknya untuk mengetahui jenis-jenis karya ilmiah.

Mengetahui jenis karya ilmiah akan membantu dalam mengenali perbedaan antar jenisnya. Hal ini akan mempermudah kamu dalam membuat tugas yang tepat sesuai dengan tugas dari dosen. Berikut ini jenis karya ilmiah di perguruan tinggi yang perlu kamu ketahui.

1. Makalah

Jenis karya ilmiah ini akan sering kamu kerjakan selama menjalani masa kuliah. Makalah berisi mengenai masalah suatu ilmu. Dalam makalah juga dijelaskan mengenai solusi yang disajikan dan dipresentasikan dalam kegiatan seminar. Selain itu, makalah juga mengandalkan data dan sumber yang relevan, sehingga dalam proses penyusunannya membutuhkan banyak referensi.

2. Kertas Kerja

Kertas kerja pada dasarnya hampir sama dengan makalah. Hanya saja, analisis pembahasannya lebih dalam dan biasanya dipresentasikan di seminar dan dihadiri oleh para ahli.

3. Artikel

Jenis-jenis karya ilmiah yang sering kamu temukan adalah artikel. Artikel adalah tulisan yang berisi pendapat subyektif mengenai suatu masalah. Biasanya artikel dimuat dalam jurnal atau buku yang merupakan hasil pemikiran dari kajian pustaka ataupun penelitian.

4. Paper

Paper adalah sebutan makalah di kalangan mahasiswa. Jenis karya ilmiah ini biasanya memiliki panduan khusus, karena dibuat oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.

5. Skripsi

Skripsi merupakan karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa S1 yang digunakan untuk syarat memperoleh gelar sarjana. Skripsi menjadi penentu kelulusan yang harus diuji di hadapan pembimbing dan penguji.

6. Tesis

Tesis adalah karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa S2 sebagai penentu kelulusannya. Dibandingkan dengan skripsi, tesis memiliki analisis dan pembahasan lebih mendalam. Biasanya tesis akan mengungkapkan ilmu baru yang didapat dari hasil penelitian individu.

7. Disertasi

Disertasi merupakan karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa S3 untuk memperoleh gelar doktor. Disertasi berisi temuan penulis yang harus berdasarkan data yang valid.

Dengan mengenali jenis-jenis karya ilmiah, kamu mampu membedakan antar jenisnya. Jadi, pahami perbedaannya ya agar tulisan yang dibuat mudah dipahami orang lain!

Written by sriyadidaryanto

October 11th, 2020 at 9:21 am

Posted in Wawasan

Ciri-Ciri dan Struktur Karya Tulis Ilmiah

without comments

Ciri-Ciri dan Struktur Karya Tulis Ilmiah

Ketika kamu mulai masuk kuliah, pastinya tugas yang akan diberikan tidak sama seperti saat SMA dulu. Sekarang kamu akan lebih banyak menulis karya ilmiah sebagai tugas dari setiap mata kuliah. Agar kamu tidak bingung mengenai karya tulis ilmiah, berikut penjelasan selengkapnya.

Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah merupakan jenis tulisan yang disusun secara sistematis, logis, dan memenuhi kaidah ilmu tertentu. Dalam pembuatannya, aspek rasional diutamakan dan biasanya bersifat obyektif.

Dalam penggunaan bahasanya sendiri karya ilmiah cenderung menggunakan bahasa baku yang sesuai dengan kaidah PUEBI. Jadi, bagi kamu yang akan membuat karya ilmiah, pastikan pula tidak menggunakan bahasa yang ambigu ya, karena akan menjadi bahaya hingga tulisanmu bisa ditolak lho.

Ciri-Ciri Karya Tulis Ilmiah

Untuk mempermudah kamu memahami karya ilmiah, ada baiknya untuk mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu. Adapun ciri-ciri karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut.

  1. Permasalahan dibahas sesuai data yang kredibel, logis, dan analisisnya obyektif.
  2. Opini yang dikemukakan harus berdasarkan teori dari berbagai sumber atau berdasarkan pendapat sendiri.
  3. Bahasa yang digunakan tidak ambigu dan tidak bersifat konotatif.

Struktur Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah yang kamu buat, ada baiknya mengikuti struktur yang sudah ditetapkan. Untuk struktur karya tulis ilmiah yang harus kamu ikuti seperti berikut.

1. Pendahuluan

Pada bagian ini berisi tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan dan manfaat yang didapatkan. Untuk latar belakang masalah, ada baiknya untuk mengambil data terbaru disertai penjelasan mengenai mengapa masalah tersebut diambil.

2. Isi dan Pembahasan

Bagian terpenting dari sebuah karya ilmiah terletak pada isi dan pembahasannya. Kamu perlu menambahkan pustaka yang lengkap dengan sumber rujukannya. Sedangkan untuk pembahasan, ada baiknya kamu menganalisis dan membandingkannya dengan referensi yang relevan.

3. Kesimpulan

Kesimpulan berisi mengenai hasil analisis antara hasil pembahasan dan referensi yang sudah diperoleh. Gunakan bahasa yang singkat dan padat misalnya “Kandungan rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif, melainkan juga bagi perokok pasif.”. Biasanya dalam setiap permasalahan terdiri dari satu kalimat dan maksimal 1 paragraf saja.

Membuat karya tulis ilmiah bukanlah hal yang sulit. Untuk mempermudah dalam membuatnya, pastikan untuk paham masalah apa yang akan kamu bahas ya?

Written by sriyadidaryanto

October 4th, 2020 at 9:17 am

Posted in Wawasan

Mahasiswa Baru Wajib Tahu! Inilah Arti Nilai A, B, C, D, E dalam Kuliah

without comments

Mahasiswa Baru Wajib Tahu! Inilah Arti Nilai A, B, C, D, E dalam Kuliah

Apakah kamu sedang menanti perkuliahan di awal semester ini? Nah, jika kamu baru pertama kali masuk kuliah, nilai dari setiap mata kuliah yang akan kamu terima tidak sama dengan yang diterima saat sekolah. Kamu akan menerima nilai A, B, C, D, E dalam kuliah dan ada baiknya kamu mengetahui apa maksud dari nilai tersebut.

Perbedaan antara nilai yang diperoleh saat kuliah perlu kamu ketahui agar IPK yang diperoleh bisa maksimal hingga lulus. Tentunya, kamu juga perlu belajar dengan rajin agar nilai yang diperoleh bisa memuaskan.

Penghitungan Nilai Saat Kuliah

Jika saat sekolah dulunya nilai hanya dihitung dari nilai harian, UTS, dan UAS, maka saat kuliah kehadiran juga menjadi  faktor penentu nilai yang akan diperoleh. Untuk menghitung nilai setiap mahasiswa, biasanya dosen akan memberikan bobot penilaian yang dihitung dari persentase masing-masing komponen. Untuk contoh bobot penilaiannya adalah sebagai berikut.

  • UAS : 35%
  • UTS : 35%
  • Tugas : 20%
  • Kehadiran : 10%

Dengan mengetahui bobot penilaian tersebut, kamu akan lebih mudah dalam menentukan target nilai dalam semester tersebut. Nilai A, B, C, D, E dalam kuliah akan kamu peroleh dalam IP (Indeks Prestasi) yang merupakan gabungan nilai dari semua mata kuliah yang diambil pada semester tersebut.

Jadi buat kamu yang memulai kuliah jangan cuma merhatiin Eyeliner buat riasan mata aja tapi nilai mata kuliah jauh lebih penting ya kan. Karena penghitungan nilai kuliah ini akan dikonversikan dalam nilai huruf. Nah, biasanya akan dikonversikan seperti berikut ini.

  • A : di atas 85
  • A- : nilai 80-84
  • B+ : 75-79
  • B : 70-74
  • B- : 65-69
  • C+ : 60-64
  • C : 55-59
  • C- : 50-54
  • D : 40-50
  • E : di bawah 40

Dengan mengetahui konversi nilai di atas, kamu bisa memperkirakan nilai yang akan diperoleh. Sebagai contohnya, jika dalam suatu mata kuliah kamu memperoleh nilai seperti berikut:

UAS : 88

UTS : 80

Tugas : 85

Kehadiran : 100%

Maka nilai yang akan kamu peroleh adalah (88 x 0,35) + (80 x 0,35) + (85 x 0,2) + (100 x 0,1) = 85,8. Jika dikonversikan, maka nilai yang kamu peroleh adalah A.

Nah, itulah nilai A, B, C, D, E dalam kuliah yang perlu kamu sebagai mahasiswa ketahui untuk menentukan target IP setiap semesternya. Mudah bukan menghitung nilai mata kuliah tiap semester?

Written by sriyadidaryanto

October 4th, 2020 at 9:04 am

Posted in Wawasan